Tertantang saat Hadapi Siswa yang Tak Serius

BAHASA INTERNASIONAL: Tantangan MEA membuat Natalie (kiri) dan Devina Rayzi (tengah) memilih bahasa Inggris sebagai konsentrasi didikan komunitas mereka.

Hari Kasih Sayang, 14 Februari lalu, jadi awal langkah Muda Mengajar Samarinda beraksi. Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan itu hadir dengan konsentrasi mengembangkan pendidikan bahasa Inggris. Hal tersebut penting untuk menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

KETUA Muda Mengajar Samarinda Devina Rayzi mengaku sering melihat fenomena anak-anak gugup saat berbincang menggunakan bahasa Inggris. “Makanya, kami melihat sisi itu dan memilih bahasa Inggris,” terangnya setelah mengisi program Samarinda Pagi garapan Samarinda TV (televisi jaringan Kaltim Post Group), kemarin (16/5).

Saat ini, ada 21 relawan yang membina puluhan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris. Para relawan sebagian besar berasal dari mahasiswa. Sisanya, dari kalangan profesional. Tak semua berlatar belakang pendidikan bahasa Inggris. Namun, mereka mampu dan memiliki spirit untuk berbagi ilmu tentang bahasa internasional tersebut.

Setiap Ahad, komunitas itu berkumpul di Taman Pendidikan Al-Ikhlas Jalan AM Sangaji. Di sana, mereka berbagi ilmu bahasa Inggris kepada anak-anak yang tinggal di bantaran Sungai Karang Mumus dan Pasar Segiri.

Mengedepankan fun learning atau pembelajaran mengasyikkan, komunitas itu mengajar tidak seperti di sekolah. Ada beberapa media yang digunakan, seperti video, tarian, dan nyanyian. Dengan begitu, “siswa” yang berusia rata-rata SD itu bisa menikmati dan lebih mudah menyerap pelajaran.

“Tiap pembahasan dalam sebuah pertemuan, dievaluasi pada pertemuan berikutnya. Jika mengerti, lanjut ke pembahasan setelahnya,” imbuh Humas Muda Mengajar Samarinda Natalie.

Dia menyatakan, sebelum pertemuan, ada divisi kurikulum yang akan mengevaluasi metode pembelajaran. Menghadapi anak-anak yang suka bermain-main, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Cara terbaik adalah membuat mereka tertarik dengan materi.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *