Komunitas Muda Mengajar, Pendidik dari Semua Kalangan

Komunitas Muda Mengajar Balikpapan respons terhadap penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris di kurikulum SD dan hanya menjadi muatan lokal. Para pendidiknya adalah anak-anak muda Kota Minyak.
 
 

Siti Aisyah Sutoro

CATATAN: Siti Aisyah Sutoro

(*) Pengajar Bahasa Inggris di Balikpapan
KOMUNITAS yang terbentuk 22 Februari 2015 ini memfokuskan aktivitas pada pengajaran bahasa Inggris. Gratis. Diberikan kepada anak-anak dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang sama seperti peserta didik yang lain. Dengan demikian, mereka dapat membekali diri dengan bahasa Inggris sedini mungkin.
Sampai saat ini, Muda Mengajar telah memiliki peserta didik 70 anak dengan 15 relawan. Kami mengajar di kelas reguler setiap Minggu pukul 09.00 Wita. Tempatnya di Rumah Baca Pustaka Ilmu di Kampung Buton, Balikpapan Selatan. Di samping kegiatan reguler, setiap tiga bulan sekali komunitas ini menggelar rewarding event bagi peserta didik yang aktif dan rajin mengikuti kegiatan. Diharapkan ke depan, kegiatan tersebut dapat memacu peserta didik untuk mencetak prestasi yang lebih baik. Selain rewarding event, setiap enam bulan sekali Muda Mengajar juga mengadakan outbound yang bertujuan sebagai sarana rekreasi dan memberikan kesempatan untuk belajar di luar kelas.
Saya sebagai salah satu relawan dan pendiri komunitas tentu senang. Sebab, peserta didik tak sekadar aktif belajar. Mereka juga antusias mengikuti kegiatan. Seperti diungkap Musmina, salah satu peserta saat kami menggelar outbound bertema Fun English in Nature di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), Km 23, Balikpapan, Minggu (6/9). “Kami sangat senang ada kakak-kakak yang setiap minggu selalu datang dan mengajarkan bahasa Inggris, karena di sekolah sudah tidak ada pelajaran bahasa Inggris. Belajarnya sangat seru banyak games dan video bahasa Inggris yang diberikan. Kakak-kakaknya juga sangat ramah dan baik hati,“ kata Musminah saat itu. Pengakuan polos yang buat saya semringah. 
Kegiatan ini digelar sekaligus untuk memperingati International Dot Day, yang mana Muda Mengajar bekerja sama dengan Fable Vision dari Boston, Massachusetts yang juga berfokus pada dunia pendidikan. Saya juga berterima kasih atas dukungan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Balikpapan dan beberapa donatur serta volunter yang telah berkenan mendukung baik dalam bentuk materi, barang, maupun tenaga.
 
Pada kegiatan belajar saat outbound, kami mendesainnya dengan gabungan beberapa lomba yang sifatnya teamwork, kreatif juga atraktif. Kami sangat berharap dengan kegiatan ini adik-adik mendapatkan udara segar setelah kurang lebih enam bulan belajar bahasa Inggris di tempat yang sama, yakni di Rumah Baca. Juga agar mereka termotivasi untuk berani bermimpi besar dan semangat dalam menuntut ilmu. Kami juga berusaha menciptakan suasana nyaman dan kekeluargaan dalam aktivitas belejar-mengajar.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi anak-anak tetapi juga bagi relawan yang mendukung kesuksesan kegiatan ini. Seperti yang dituturkan M Rachmadhana salah satu relawan yang juga bekerja sebagai wiraswasta. Dia merasakan pengalaman yang sangat menyenangkan bisa belajar dan bermain bersama adik-adik. Tak hanya belajar bahasa Inggris tapi juga mengajarkan untuk bekerja sama dan berani bermimpi besar.
Harapan kami kehadiran Muda Mengajar dapat memfasilitasi anak muda Indonesia, khususnya di Kaltim, yang memiliki minat untuk turut berkontribusi mencerdaskan anak-anak Indonesia dari semua kalangan. Apalagi saya lihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak kurang mampu ini di setiap minggu pertemuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *