Muda Mengajar 1st Anniversary: One Year of Happiness

Practice Makes Perfect

Di acara ulang tahun Muda Mengajar yang pertama pada tanggal 29 Mei 2016, rencananya adik-adik di Kampung Buton akan menampilkan drama musikal, adik-adik di Al-Kahfi akan bernyanyi beberapa lagu bahasa Inggris dan perwakilan adik-adik di Sepinggan akan membacakan puisi. Penampilan tersebut selain untuk menerapkan apa yang sudah dipelajari selama kurang lebih setahun kebelakang juga untuk melatih kepercayaan diri adik-adik untuk tampil di depan umum. Untuk dapat menampilkan yang terbaik, para peserta didik sudah tekun berlatih sejak bulan Maret lalu.

Jadwal latihannya biasanya setelah jam belajar rutin. Melihat semangat dan keceriaan adik-adik ketika berlatih membuat kita lebih bahagia dan banyak bersyukur. Seolah-olah tenaga untuk mendampingi adik-adik berlatih tidak pernah habis. Kakak-kakak juga membantu menyiapkan properti, musik dan video pendukung penampilan nanti.

Rencananya syukuran ulang tahun komunitas Muda Mengajar dilangsungkan di Aula Rumah Jabatan Walikota Balikpapan di Jl. Syarifudin Yoes dari pukul 8.00 – 12.00. Tidak hanya adik-adik pengajaran yang diundang namun juga komunitas-komunitas lain di Balikpapan yang peduli akan pendidikan dan pengembangan karakter anak.

Kompilasi Publikasi Acara Anniversary

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Selain penampilan, pada hari-H acara diselenggarakan juga perlombaan bahasa Inggris. Ada lomba story telling (mendongeng bahasa Inggris) dan spelling bee (mengeja kosa kata bahasa Inggris). Sebelumnya kakak-kakak telah melatih adik-adik yang berminat ikut dan membuat seleksi untuk menentukan beberapa orang terbaik yang akan mewakili masing-masing tempat untuk maju di babak final. Babak finalnya tak lain adalah kompetisi di hari ulang tahun Muda Mengajar.

Sejak hari Sabtu tanggal 28 Mei siang, kakak-kakak sudah sibuk mendekorasi tempat acara. Sebenarnya acara sudah dipersiapkan dengan matang dari jauh-jauh hari oleh panitia. Tapi dekorasi di venue acara baru dapat H-1. Jiwa anak kecil yang ada di diri kakak-kakak MudaMengajar sepertinya bangkit kembali hingga dapat membuahkan hasil karya dekorasi yang menyenangkan untuk dipandang.

Galery Foto Aktivitas Muda Mengajar

  Foto booth yang Digambar dan Diwarni dengan Tangan

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Dekorasinya macam-macam mulai dari full-colored-hand-painting photobooth, area permainan dan lomba mewarnai, galeri foto kegiatan Muda Mengajar dan tentunya dekorasi panggung itu sendiri. Aula tersebut disulap menjadi mirip taman bermain anak yang penuh warna, balon dan keceriaan.

Call for Volunteers

Dalam rangkaian acara ulang tahun ini, Muda Mengajar mengadakan rekrutmen bagi muda-mudi Balikpapan yang tergerak untuk jadi relawan pengajar bahasa Inggris.

 


Antusiasme yang tinggi terlihat dari cukup banyaknya kawan-kawan baru yang menyatakan diri berminat bergabung. Hari Sabtu pukul 19.00 malam sebelum acara, para relawan tersebut dikumpulkan di Aula Rumah Dinas Walikota. Ternyata latar belakang mereka beragam. Kami berkenalan dengan kawan-kawan baru yang berprofesi sebagai pekerja, pengajar, dokter, mahasiswa, pelajar SMA hingga aktifis lembaga sosial. Kak Aisy dengan semangat menjelaskan mengenai komunitas Muda Mengajar, kegiatan hingga acara ulang tahun yang akan diselenggarakan keesokan harinya. Setelah sesi induksi bagi pengajar baru selesai, ternyata masih banyak yang tetap tinggal dan membantu dekorasi hingga larut malam. Luar biasa! Apresiasi semangatnya!

 A Jubilant Anniversary Party

Di hari acara, hujan yang turun di kota minyak ini tidak menyurutkan antusiasme kakak pengajar dan adik-adik. Bahkan sebelum acara mulai adik-adik dari Al-Kahfi telah siap semua dan masih sempat untuk gladi bersih. Para kakak pengajar yang baru bergabung pun terlihat gembira berpartisipasi di acara ini. Perasaan ketika melihat ekspresi gembira dan senang di wajah adik-adik ketika memasuki ruangan yang penuh dekorasi ini benar-benar priceless, membuat hati kita berseri-seri.

BTW di pagi hari kami mendapatkan banyak kue dan cemilan dari Bakery Nam Min (salah satu bakery yang terkenal di Balikpapan). Lumayan untuk ganjel perut dan sarapan. Terima kasih banyak Ridwan Wijaya!

Semua persiapan telah rampung, pengisi acara sudah hadir dan peralatan teknis sudah disiapkan. Acara dimulai sekitar pukul 8 pagi. Di sesi awal, acara dibuka secara agak formal. Di awali dengan sambutan-sambutan dari perwakilan lembaga yang menjadi tempat pengajaran Muda Mengajar: Sahabat Yatim-Sepinggan, Yayasan Al Kahfi-Ring Road, dan BMH (Baitul Maal Hidayatullah)-Kampung Buton. Untuk keberkahan acara hingga selesai, Kak Dhana maju ke atas panggung untuk memimpin doa.

Di perayaan ulang tahun yang pertama ini, Muda Mengajar mendapatkan dukungan dari komunitas-komunitas lain di Balikpapan, yaitu Balikpapan Menyala, Koppaja (Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan, We Love Balikpapan, Earth Hour chapter Balikpapan. Mbak Ambar sebagai perwakilan Balikpapan Menyala menyerahkan beberapa kardus buku bacaan untuk adik-adik Muda Mengajar. Ketika simbolisasi serah terima, Kak Aisy memimpin komitmen adik-adik untuk berjanji akan membaca buku yang diberikan oleh Balikpapan Menyala. Adik-adik dari Koppaja juga turut datang memeriahkan acara syukuran ulang tahun Muda Mengajar ini. Adik-adik Muda Mengajar terlihat senang bertemu dan bermain dengan lebih banyak kawan-kawan sebayanya.

 

Terima Kasih Banyak @bpnmenyala atas Sumbangan Buku-Bukunya

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar  

Teman-Teman Baru dari Koppaja 

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Syukuran ulang tahun ini disimboliasikan dengan pemotongan nasi tumpeng. Sebelum pemotongan tumpeng, hadirin menonton sebuah video terlebih dahulu. Video tersebut adalah ucapan selamat ulang taun dan testimoni dari berbagai penjuru dunia, ada dari rekan yang sedang tinggal di Negara lain juga bule-bule yang mendukung program ini.

Pak Mukholis dari Disdik Balikpapan yang Melakukan Potong Tumpeng Pertama

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Acara dipandu oleh Kak Ikhsan (Ikhsan Wahyu Nugraha) dan Kak Rezky (Rezky Permana Putri). Mereka cocok banget untuk duet MC karena udah  dapat chemistry diantara keduanya. Ditambah lagi mereka memang sudah dekat dengan anak-anaknya. Merekapun punya karakter yang humoris. Banyak interaksi dengan peserta jadinya sepanjang acara jauh dari kata membosankan. Apresiasi sekali kepada Kak Ikhsan dan Kak Rezky karena selama 4 jam bicara terus untuk memandu acara.

 Dua Sosok yang Tak Henti Berdialog Sepanjang Acara

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar  

Ada jargon yang diajarkan MC dan digaungkan sepanjang acara. Jargon tersebut adalah: Muda Mengajar?! Semangat Belajar!!

Sebelum masuk sesi perlombaan, kami disuguhkan penampilan dari Kak Annisa, seorang siswa SMAN 1 Balikpapan yang meraih prestasi sebagai juara story telling nasional. Ia membawakan cerita bejudul ‘The Tiger and The Cat’. Pesan moral dari cerita tersebut adalah jangan bohong dan ingkar janji (Makasih buat Kak Rezky yang udah ngingetin soal ceritanya). Kak Annisa benar-benar mencontohkan cara bercerita yang atraktif, baik dari segi intonasi, artikulasi dan ekspresi. Ia juga menggunakan hand doll berbentuk singa untuk mendukung penyampaian ceritanya. Di akhir penampilannya, kak Annisa memberikan beberapa tips bagaimana menyajikan kisah dengan menarik dan atraktif. Semoga adik-adik ada yang terinspirasi dan berminat menjadi seorang story teller yang hebat seperti Ka Anisa.

 

 Kak Annisa yang sedang menceritakan fabel dengan atraktif

Gambar dari galeri dokumentasi Muda Mengajar 

Lomba pertama adalah story telling. Berkat kegigihan adik-adik dalam berlatih dan bimbingan kakak-kakak, seluruh peserta maju dengan percaya diri dan menceritakan dongeng yang dibawakannya. Mereka terlihat begitu yakin dan mantap di atas panggung. Untuk ukuran siswa yang baru mengenal bahasa Inggris selama setahun, pronounciation mereka cukup baik. Hadirin dapat menangkap apa isi cerita yang disampaikan. Jurinya adalah Ms. Luluk, pengajar bahasa Inggris di ELC dan Kak Annisa sendiri (Makasih lagi buat Kak Rezky yang udah ngingetin nama jurinya).

Peserta favorit Saya adalah Rizal, adik dari Sepinggan. Ia merupakan didikan langsung dari Kak Ikhsan. Alhasil dari gaya bercerita, intonasi dan gestur tubuhnya mirip sekali dengan sang mentor. Teknik Rizal dalam voice over (berubah suara untuk karakter yang berbeda) cukup baik dan lucu juga.

Rizal Bahkan Menambahkan Pesan Moral dari Cerita Tersebut yang Tidak Ada pada Teks

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Sembari lomba berlangsung, di bagian belakang disediakan stand games dan lomba mewarnai. Permainan yang dapat adik-adik mainkan di sana misalnya adalah congklak dan menyusun puzzle. Adik-adik yang suka mewarnai juga dapat menambahkan warna-warna pada gambar yang sudah disediakan dengan pensil warna dari sponsor.

Kompetisi selanjutnya adalah Spelling Bee. Untuk bersaing dalam mengeja, peserta dibagi menjadi 2 kategori: kelas 1, 2 dan 3 serta kelas 4, 5 dan 6. Tentunya kata-kata yang diberikan untuk jenjang yang lebih tinggi lebih banyak jumlah hurufnya dan lebih kompleks juga. Karena adik-adik juga belum familiar dengan semua katanya, jadi ketika lomba para peserta dapat melihat kata yang ditampilkan di proyektor dan mengeja dari situ. Mereka diberikan waktu 1 menit 30 detik untuk mengeja sebanyak-banyaknya kata dalam bahasa Inggris.

 Peserta Spelling Bee Berfoto Gaya sebelum Mulai Kompetisi

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Lagi-lagi Saya dibuat terkesima. Banyak anak dapat mengeja dengan kecepatan bicara yang cepat. Seolah-olah mereka mengeja dengan alfabet bahasa Indonesia Saking semangatnya bahkan ada yang berbicara dalam volume keras ketika menyebutkan hurufnya satu per satu, hampir seperti teriak. Walau ada beberapa kata yang terpeleset dalam pelafalannya, tapi secara keseluruhan para pesera dapat mengucapkan kata-katanya dengan baik, termasuk kata-kata kompleks dengan jumlah huruf yang bayak dan kombinasi huruf konsonan dan vokal yang sulit). Poin penilaian terletak pada artikulasi ejaan, word pronounciation, dan jumlah kata yang dapat dieja selama waktu yang ditentukan.

 

Y..E..L..L..O..W, YELLOW!

 Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Supaya tidak hanya adik-adiknya saja yang merasakan keseruan mengeja kata, hadirin juga ditantang untuk berpartisipasi dalam spelling bee. Perwakilan dari komunitas-komunitas yang hadir akhirnya maju ke depan. Representatif dari Muda Mengajar adalah Kak Aisy sendiri. Tentunya untuk peserta yang lebih dewasa ini diberikan kata-kata dengan kompleksitas yang lebih tinggi. Asyik sekali melihat para kakak-kakak lainnya juga menemui kesulitan dalam mengeja beberapa kata yang tidak familiar, adik-adik pun terlihat senang menontonya. Mereka mengakui bahwa aktifitas spelling bee ini ternyata tidak semudah kelihatannya.

 

Para Perwakilan dari Komunitas Lain juga Tertantang Mencoba Mengeja Kata

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

  Sembari para juri menghitung nilai untuk menentukan pemenang, rangkaian acara selanjutnya adalah penampilan dari masing-masing lokasi yang telah dilatih dengan giat sebelumnya. Demi melihat ini, adik-adik lain yang semula sibuk bermain dan mengikuti lomba mewarnai terhenti dan berebut duduk di bangku tersepan untuk menyaksikan.

Penampilan pertama adalah pembacaan poem berbahasa Inggris dari adik-adik di Sepinggan. Temanya berhubungan dengan cita-cita. Terlihat Firman dan Sarah sangat menjiwai ketika melantunkan bait demi bait puisinya.

 

Firman, Kelas 2 SMP, Membawakan Puisi Berjudul ‘When I Grow Up’ 

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Sarah yang Amat Menghayati Puisi bertajuk ‘Teacher Changes Life’ 

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Seluruh adik dari Al-Kahfi membawakan tiga lagu berbahasa Inggris. Penampilan tersebut semakin meriah dengan aksesoris bunga-bunga dan pelangi yang telah disiapkan kakak-kakak Muda Mengajar sebelumnya. Lagu pertama berjudul ‘Rain-Rain Go Away’, sebuah lagu yang menceritakan keluarga yang tidak jadi bermain di luar karena hujan. Satu persatu anggota keluarga bernyanyi hingga akhirnya hujan berhenti (seperti pada lirik ‘Rain go away, come again another day’). Ada adik yang berperan sebagai Ibu, Ayah, Kakak dan juga sang adik. Adik yang paling muda adalah Dhika yang berusia 5 tahun. Ia terlihat paling kecil namun semangat bernyanyinya tidak kalah dengan kakak-kakaknya yang lebih tua.

Setelah hujan berhenti, muncullah pelangi di langit. Sesuai dengan lagu kedua yang berjudul ‘I Can Sing a Rainbow’. Lagu yang bercerita mengenai berbagai warna pelangi. Adik-adik dengan lucu bernyanyi dengan menggunakan bunga warna-warni sesuai lirik yang dinyanyikan. Lagu tersebut perlahan selesai dengan munculnya sebuah pelangi cantik di belakang barisan.

 Penampilan dari Adik-Adik Al-Kahfi

  Gambar dari galeri dokumentasi Muda Mengajar

Kemudian adik-adik mengajak seluruh kakak Muda Mengajar dan peserta yang hadir untuk ikut bernyanyi dan menari dalam lagu ‘Pinocchio’. Di lagu ini kita menari seperti boneka dan menggerakkan anggota badan sesuai instruksi pada lagu. Nada dan irama lagu ini menarik untuk diikuti karena cukup semangat. Pada awalnya hanya sebagian kakak Muda Mengajar yang ikut menari, kemudian diikuti lebih banyak orang, hingga akhirnya tidak ada lagi hadirin yang masih duduk di kursi karena semuanya turut berdansa.

Kira-kira beginilah lirik lagu Pinocchio:

Everybody in. [Move forward.] Everybody out. [Move back.]
Everybody turn around. [
Turn around.] Everybody shout, “Hey!” [Jump up and shout, “Hey!”]
Everybody ready? Here we go. [
Put your hands on your hips and sway side to side.]
Let’s do The Pinocchio.

Happiness Is For All, Let’s Dance Together!

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

 

Acara puncak adalah penampilan drama musikal berjudul ‘The Elephants and The Rats’ yang dipentaskan oleh adik-adik di Kampung Buton. Drama ini bercerita mengenai hubungan baik antara gajah dan tikus. Pada awalnya sempat ada konflik antara keduanya karena tikus yang kecil banyak yang mati karena terinjak kaki gajah. Setelah bernegosiasi akhirnya mereka dapat hidup berdampingan dengan tenang.

Adegan ‘Para Tikus yang Meratapi Rekannya yang Mati Terinjak’ 

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

 

 Adegan ‘Gajah-Gajah yang Terjaring oleh Pemburu’ 

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Di kemudian hari, ketika para gajah ditangkap oleh para pemburu liar untuk diambil gadingnya, mereka berhasil dibebaskan oleh tikus-tikus kecil yang menggigiti jaring. Hal yang dapat kita pelajari salah satunya adalah berbuat baik dengan sesama karena suatu saat kita pasti dapat saling membantu dan meringankan kesulitan. Akhirnya gajah dan tikus dapat hidup tenang kembali dan mereka bersama menyanyikan lagu ‘The Lion Sleeps Tonight’ dari The Tokens.

Adik-adik tampil lucu dengan hiasan telinga gajah dan tikus serta tiara yang disematkan bagi ratu tikus dan ratu gajah. Kenapa ratu? Soalnya kebetulan semua penampil adalah adik-adik perempuan. Konsep drama didukung juga dengan background musik dan latar belakang suasana yang didesain apik oleh Mbak Icha. Hal yang membuat Saya benar-benar kagum dan terpukau adalah seluruh pemeran tampil tanpa membaca teks. Mereka semua hapal dialog-dialog bahasa Inggris yang rata-rata tidak pendek. Walaupun agak terbata-bata, tapi mereka yakin dalam mengucapkan dialog bahasa asing dan terlihat tidak gugup tampil di depan umum. Jarang Saya temukan anak-anak SD yang sudah tidak minder dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti mereka.

 Wajah Para Penampil Drama dan  KakakPelatihnya

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Acara ditutup dengan pembacaan pemenang untuk lomba-lomba yang telah dilakukan. Para perserta pun terlihat sedikit tegang menunggu pengumuman. Suasana semakin ramai dengan dukungan dari teman-teman peserta. Akhirnya, raut tegang mencair dan berubah menjadi ekspresi girang ketika MC satu per satu membacakan nama-nama juaranya. Tidak hanya adik-adik yang senang, terlihat juga ekspresi kepuasan dan kebanggaan dari wajah kakak-kakak pengajar. Hasil bimbingan dan didikan mereka selama satu tahun ke belakang sudah mulai terlihat buahnya.

 Juara Lomba Spelling Bee Kelas 1 -3 

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

 

Pemenang Kompetisi Spelling Bee Kelas 4 -6
Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

 


The Winner of Story Telling Competition

Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Sekali lagi selamat untuk adik-adik yang sudah berlatih dengan giat hingga akhirnya menjadi pemenang. Teruslah berkarya! Bagi adik-adik yang belum juara kakak untuk terus belajar dan tetap berani ikut lomba-lomba lagi di masa yang akan datang.

Ritual wajib setelah akhir acara adalah: Foto Bersama. Ya! Tentunya sesi kali ini tidak luput dari agenda. Keceriaan ini bukan milik adik-adik saja, tapi milik kita semua. One year of happiness!

 

Adik-Adik yang Lantang Meneriakkan Jargon Muda Mengajar?! Semangat Belajar! 

 Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar

Jujur, ini pengalaman Saya yang paling menarik berada dalam ulang tahun yang tidak hedon namun memberikan banyak manfaat bagi beragam kalangan. Apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menyiapkan segala keperluan acara ini dengan sangat baik. Terima kasih juga kepada Muda Mengajar yang memberikan kesempatan Saya bergabung menjadi bagian darinya.

 

Ini Dia Kakak-Kakak Pengajar yang Totalitas dalam Menyiapkan Acaranya
Gambar dari dokumentasi Muda Mengajar 

Selamat ulang tahun Muda Mengajar! Semoga kedepannya dapat membuat lebih banyak adik-adik yang menyenangi bahasa Inggris.

I love English, We All love English! 
Gambar dari dokumentasi Muda Mengaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *